Ruang Tumbuh Untuk Mimpi Kita

Dalam suatu kesempatan, Saya mengikuti sebuah acara di Jakarta, kebetulan saat itu saya sampai di Jakarta malam hari, sekitar pukul 21.00. Oleh EO (Event Organiser), saya diantar ke salah satu kamar di sebuah hotel untuk tempat saya beristirahat. Betapa pentingya kamar ini untuk saya bisa beristirahat, pikir saya. Bayangkan saja, perjalanan darat dari Jogja-Jakarta yang memakan waktu hampir satu hari (karena pada waktu itu ada kemacetan panjang), ditambah kegiatan padat setelah sampai di Jakarta, membuat rasa lelah begitu rindu beristirahat.

Lelah membutuhkan ruangnya untuk beristirahat. Dengan beristirahat di ruang yang nyaman, rasa lelah akan sedikit demi sedikit menghilang. Bahkan di ruangan itu, kita bisa menemukan energi baru untuk siap kembali menghadapi aktivitas-aktivitas selanjutnya.

Bagaimana dengan mimpi-mimpi (cita-cita) kita ? apakah dia juga memerlukan ruang untuk bisa menemukan energi baru ?. Saya jadi teringat pernyataan WS. Rendra. Beliau dalam salah satu syairnya mengatakan, “Terali Besi takkan mengubah rajawali menjadi burung nuri”. Secara tidak langsung, beliau menjawab ‘iya’ atas pertanyaan kita tadi. Mimpi butuh ruang untuk menemukan energi baru. Mimpi butuh ruang untuk berkembang. Beliau menggambarkan seekor rajawali yang berada di dalam sebuah terali besi. Bentuk fisik burung rajawali tetap berbentuk burung rajawali dan tidak akan bermetamorfosis menjadi burung nuri hanya karena jasadnya terkurung di dalam terali besi.

Namun yang jadi permasalahan adalah, di dalam terali besi tersebut, burung rajawali tidak mampu mengekspresikan segala potensi yang dia miliki melainkan hanya sebatas potensi burung nuri. Kemampuannya yang bisa terbang tinggi menebus awan, kekuatannya melawan terpaan angin di langit, menjadi tidak berarti. Alhasil, burung rajawali pun harus beradaptasi dengan ruangnya yang memaksa dia menjadi seperti seekor burung nuri.

Jika kita perhatikan, banyak sekali orang-orang di sekitar kita yang mempunyai potensi yang luar biasa, namun berada dalam ruang sempit yang tidak memungkinnya untuk mengekspresikan segala potensi yang ia miliki. Banyak diantara kita memilih untuk tetap berada di ruang sempit tersebut karena tidak berani mengambil resiko yang harus kita terima saat mencoba keluar dari ruangan itu. Terali besi mengibaratkan sebuah lingkungan masyarakat, lingkungan sosial, lingkungan belajar, dan lingkungan-lingkungan lain. Saat kita tidak berani keluar dari ruangan yang menjadi terali besi bagi potensi yang kita miliki, berarti kita telah merelakan segala potensi yang kita punya menjadi bakat terpendam yang tak pernah terekspresikan.

Para pengejar mimpi selalu menciptkan ruangnya sendiri untuk bisa mengekspresikan potensi yang ia miliki. Mereka tidak ingin tejebak dalam situasi, bahkan mereka mampu menciptakan situasi, tidak ingin terbelenggu dalam terali besi yang dapat mendegradasi segala kecerdasan yang ia miliki. Mereka berani keluar dari terali besi tersebut, menatap jauh ke depan dan mempunyai target-target tertentu untuk mewujudkan mimpi-mimpinya.

Ketika dirasa tidak ada lagi ruang yang kondusif untuk merealisasiakan visi da’wahnya di Mekkah, maka Rasulullah mengambil keputusan untuk melakukan hijrah. Ya, hijrah ke Madinah. Tujuan beliau melakukan hijrah adalah untuk menemukan ruang yang kondusif agar bisa merealisasikan visi beliau. Madinah merupakan ruang sosial yang luar biasa untuk melakukan da’wah. Masyarakat Madinah yang plural memberikan kebebasan kepada siapa saja untuk mengemukakan ide atau gagasan yang ia miliki. Di sinilah Rasul menemukan ruangnya. Ruang yang bisa memungkinkan beliau merealisasikan visinya dan memulai membentuk suatu tatanan masyarakat baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Mari sejenak proyeksikan ke dalam diri kita. Sejenak kita melihat diri kita dan mimpi-mimpi yang tengah kita perjuangkan. Perhatikan lingkungan dimana mimpi kita akan berkembang. Adakah terali-terali besi yang dapat mengubur semua mimpi-mimpi kita? Adakah penjara-penjara yang dapat menghancurkan segala potensi yang kita punya? Resapilah sejenak. Semoga kita tak menemukan terali-terali besi dan penjara-penjara tersebut. Jika kita menemukannya, semoga kita mempunyai keberanian untuk bisa keluar dari ruangan tersebut agar potensi kita melambung mencapai langit dan akhirnya dapat menjemput impian yang selama ini kita perjuangkan. Insyaallah. Aamiin. Keep spirit!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s