Believe in yourself, you can do it !

Bisa kubayangkan dan bisa kurasakan..
ada asa yang hilang tanpa engkau katakan…
tawa yang hilang, dan senyum yang tenggelam..
bolehlah kau katakan yang engkau risaukan..
kau salahkan cinta, torehkan luka..
ku percaya hanya saja aku ragu…

beberapa jam yang lalu, seorang teman lama mengirim message. aku sudah membacanya kawan, dan aku bisa merasakan apa yang saat ini sedang engkau rasakan. Namun, aku kurang setuju jika kamu memintaku untuk memberikan nasehat kepadamu. Karena aku pun masih butuh banyak nasehat untuk diriku sendiri. Yah, kita sama-sama belajar di sini, di perjalanan hidup ini.

Mari kita mulai diskusi kita dari sebuah kata yang kita sebut, kesedihan.

Tahu ga bahwa penekanan terhadap kesedihan yang terlalu besar akan berakibat buruk bagi kesehatan kita sendiri. Yup, Seperti yang aku alami beberapa bulan yang lalu. Karena saat itu aku pun menjadi salah satu korban dari sebuah kata ‘kesedihan’. Dan jujur kesehatanku pun mulai memburuk. Setiap bangun pagi selalu saja merasa pusing-pusing.

Mari pelajari dulu kesedihan itu datangnya dari mana. Ketika aku mencoba menata hatiku kemudian aku meruntut satu per satu kesedihan yang hinggap di dalam diriku, maka kesedihanku waktu itu adalah Ketidak Mampuanku untuk bijak terhadap ujian-ujian yang datang padaku. Nah!.

“kesedihan itu adalah satu titik dimana kita merasa tidak mampu menghadapinya. “

Tersenyumlah, kawan. Jangan lagi bersedih.
Aku tahu bagaimana rasa perih yang menghujam tubuhmu saat ini, namun sadarlah bahwa masih ada harap dalam setiap dekap, dan selalu ada penyelesaian dari setiap beban, dan kini cobalah bertahan untuk melihat jawaban atas segala gundah yang mengerat di pelipis keningmu. Yakin deh. Semua akan baik-baik saja.

Masalah cinta memang takkan pernah habis kita bicarakan. Di saat apa yang kita inginkan tak juga menjadi kenyataan, mungkin dari sini kita selayaknya belajar. Ya, belajar bersabar untuk sesuatu yang besar. Jika memang bukan untuk kita, maka Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Percayakan kalo segala yang direncanakanNya itu baik? Harus!!.

Sekarang, biarkan jatuh semua rasa yang terpendam dalam dalam.

Sehingga kita merasa sesal sudah tidak berarti, sebuah ke-fasik-an diri ini dan kebelengguan kita dalam semunya hidup ini.

Last, aku akan memberikan sugesti untukku dan untukmu agar kita bisa kembali memimpin. Bukankah kita semua pemimpin? Minimal pemimpin untuk diri sendiri. Memang, memimpin tidaklah semudah seperti yang kita bayangkan di saat kita belum benar-benar memimpin, menurutku, ada 2 aspek yang sangat bertentangan dalam pengambilan keputusan ini. aspek pertama adalah hati kemudian aspek berikutnya adalah rasionalitas. Yakinlah bahwa kita mampu memimpin diri ini, menata hati ini.

Allah selalu mengajarkan banyak hal pada kita, lewat hembusan angin sore, pada tetesan keringat dan air mata, pada jiwa yang rapuh, serta pada kecupan seorang ibu sejak pertama kali diri ini berteriak sejak umur kita baru 0 detik hingga sekarang puluhan tahun lebih jutaan detik lamanya. Allah mengajarkan agar kita menjadi seorang pemimpin yang bijak, bahkan sejujurnya kita pun masih mencari apa sebenarnya yang Allah inginkan kepada kita untuk menjadi apa. meski kita terus mencarinya dan berharap bahwa kita sudah melakukan apa yang Allah inginkan kepada kita. Ya Allah, segelintiran sikap kepemimpinan ini sungguh kami ingin jalankan sesuai dengan perasaan dan rasionalitas yang benar-benar matang, benar-benar tidak berat sebelah. dan benar-benar mejadi pemegang amanahmu yang baik. sementara kami masih memimpin, sementara kami masih terus mencari keputusan yang terbaik demi mewujudkan amanah yang engkau berikan.

Hidup ini bukan tentang menjadi pemenang atau pecundang, namun tentang menjadi dirimu sendiri dan berikan yg terbaik.

Ketika kamu berhenti mengejar apa yang bukan untukmu, maka Tuhan akan mempertemukan kamu dengan apa yang baik untukmu.

Ketika seseorang yg sangat berarti pergi, jangan terus bersedih. Kamu akan kehilangan dirimu dan lupa bahwa kamu juga sangat berarti.

Sahabat slalu ada untukmu, ketika kamu punya masalah. Bahkan terkadang memberi saran yg bodoh hanya tuk lihat kamu tertawa.

Kita terlalu sering mengharapkan keajaiban dalam hidup kita tanpa menyadari begitu banyak keajaiban disekeliling kita.

Terkadang kamu harus menyadari bahwa ada orang tertentu yg bisa tinggal dalam hatimu, namun tidak dalam kehidupanmu.

______________________________

dikembangkan dari tulisan mas “awik”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s