(lagi-lagi) Hampir Pingsan

Kejadian hari Jum’at kemarin mengingatkanku pada kejadian hari Jum’at beberapa tahun yang lalu. Dimana aku sempet hampir meh semaput (mau pingsan). Waktu kejadiannya juga sama, pada waktu sholat Jum’at. Mungkin karena sebelum menunaikan sholat jum’at aktivitas sudah padat, yang mau ga mau mbikin tubuh ini jadi capek, trus waktu sudah duduk di masjid dengerin khotib khutbah, ngantuk deh.. capek deh.. hehe..

Bukan saat ngantuknya yang pengen aku bahas di sini, adalah kejadian setelah tiba-tiba harus berdiri karena iqomah berkumandang. Waktu mau berdiri sih emang agak ragu, rasanya ada yang aneh pada tubuhku. Tapi saat itu aku coba sugestikan pada diriku sendiri bahwa aku akan baik-baik saja. Akhirnya berdirilah aku, dan berharap sang imam sholat ga akan membacakan surat yang sangat panjang (hehe). Awalnya sih sugesti yang aku berikan tadi berjalan lancar, namun lama-lama tubuh ini bener2 udah ngrasa g kuat. Perut mual seperti ada yang menggiling isi perutku, mata tiba-tiba merem-melek, keringat mengucur deras, kepala rasanya kosong, pusing, dan kawan-kawannya yang membuat tubuhku semakin ga karuan rasanya. Rasanya ga kuat berdiri. Dan dengan sekuat tenaga, aku coba bertahan dengan menggerak-gerakkan sedikit kakiku, kemudian memejamkan mataku sambil mencoba fokus pada bacaan surat yang sedang di baca oleh imam. Waktu itu aku ingat beliau membaca surat al ala yang ga terlalu panjang (syukurlah). Selesai surat itu dibaca, akhirnya pada saat ruku’ sudah sedikit membaik keadaannya sekarang, terlebih pada saat sujud. Alhamdulillah.

Namun, lagi-lagi masih takut ketika hendak berdiri untuk rakaat kedua. Memang sih masih kerasa seperti rakaat pertama tadi, tapi rasanya udah ga seperti tadi, sedikit lebih ringan dan imam pun membaca surat yang lebih pendek lagi. Alhamdulillah. Meski jujur saat itu aku ga terlalu konsen dengan sholatku –maafkan aku, Allah– namun aku bersyukur tidak terjadi apa-apa pada diriku, dan tidak mengganggu jamaah yang lainnya (karena dulu waktu pertama kali aku mengalami ini, aku terpaksa harus meninggalkan sholat, dan keluar dari masjid yang otomatis mengganggu konsentrasi jamaah pula).

___________

Setelah gugling-gugling mencari solusi tentang kejadian yang aku alami tadi, akhirnya nemuin jawaban yang aku rasa memang itulah penyebabnya. Ya, darah rendah.

Penyakit darah rendah atau Hipotensi (Hypotension) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun dibawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. Angka normal tekanan darah berapa dong? nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG.

Namun demikian, beberapa orang mungkin memiliki nilai tekanan darah (tensi) berkisar 110/90 mmHg atau bahkan 100/80 mmHg akan tetapi mereka tidak/belum atau jarang menampakkan beberapa keluhan berarti, sehingga hal itu dirasakan biasa saja dalam aktivitas kesehariannya. Apabila kondisi itu terus berlanjut, didukung dengan beberapa faktor yang memungkinkan memicu menurunnya tekanan darah yang signifikan seperti keringat dan berkemih banyak namun kurang minum, kurang tidur atau kurang istirahat (lelah dengan aktivitas berlebihan) serta haid dengan perdarahan berlebihan (abnormal) maka tekanan darah akan mencapai ambang rendah (hipotensi) 90/60 mmHg.

 

Tanda dan Gejala Tekanan Darah Rendah

Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang.

Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh.

Penyebab Penyakit Darah Rendah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:

  • Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh.
  • Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang hebat (luka sobek,haid berlebihan/abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan.
  • Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).

Penanganan dan Pengobatan Darah Rendah

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah renda (hipotensi), diantaranya :

  • Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat
  • Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam
  • Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala
  • Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis
  • Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita.

Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya.

Dalam kasus Hipotensi yang benar-benar diperlukan pemberian obat, biasanya ada beberapa jenis obat yang biasa dipakai seperti fludrocortisone, midodrine, pyridostigmine, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), caffeine dan erythropoietin.

Referensi : di sini

3 thoughts on “(lagi-lagi) Hampir Pingsan

  1. Hahahaa, saya juga pernah ngalamin itu 2 kali, tapi lebih gk beruntung gara2 imamnya baca surat panjang, betul2 hampir pingsan, ooh jadi darah rendah. Saya masih 14 tahun, apa seumur saya normal terkena darah rendah?

  2. Tadi sy bru aja sholat jumat.pd saat rakaat pertama lancar.masuk ke rakaat ke dua pas imam membaca al fatihah.tiba2 kunang2 kpala spt di tekat tp tdk sakit.sy coba gerakan kecil utk hindari supaya gak jatoh.yg anehnya tensi sy normal.dan aneh lagi.sy sering terjadi jika sholat berjamaah.jdi takut terjadi lagi kalau mau jamaah di masjid.akhirnya sy sering sholat di rmah.jadi bingung sy..barang kali teman2 ada solusi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s