Asertif

Asertivitas adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Dalam bersikap asertif, seseorang dituntut untuk jujur terhadap dirinya dan jujur pula dalam mengekspresikan perasaan, pendapat dan kebutuhan secara proporsional, tanpa ada maksud untuk memanipulasi, memanfaatkan ataupun merugikan pihak lainnya (Pratanti, 2007).

Menurut Pratanti (2007) Seorang yang asertif memiliki kriteria:

  • Merasa bebas untuk mengekspresikan perasaan, pikiran dan keinginan
  • Mengetahui hak mereka
  • Mampu mengontrol kemarahan. Tidak berarti me-repress perasaan ini, akan tetapi mengontrol dan membicarakannya kembali dengan logis dan tidak dilandasi emosi semata.

 

“Dek, bisa bantu saya ngetikin bahan ini?”
“Mas, bantuin cetakin ini dong!”
“Udah lah, elo coba ini deh, katanya jagoan!”
“Bro, bisa anterin gw ke kantor, dah telat nih!”
”Yank, kamu jemput aku sekarang yaaah…”

 

Pernah dalam situasi di atas? Di saat kita lagi sibuk-sibuknya datanglah orang lain tanpa dosa meminta bantuan kita. Well, kalo kita ikhlas bantuin dan enggak pasang tampang BT sih, gak masalah. Namun, kalo kita lakukan dengan terpaksa karena faktor enggak enak, saatnya ASERTIF beraksi.

Dari ilmu masa lampau yang pernah ane dapet, simpelnya, asertif itu …”Berani Berkata Tidak Tanpa Rasa Bersalah”. Kalo kita bilang tidak, namun ada rasa bersalah, belum asertif namanya. Hal yang gak kalah penting adalah, kasih pengertian ke orang itu kenapa kita menolak permintaan dia. Biar hubungan baik-baik aja gitu. Ini butuh keterampilan komunikasi dan dapat dilatih kok.

Dampaknya Apa? kalo ga asertif

  1. Biar enggak dimanfaatin orang lain. Kalo sekali dimanfaatin, bisa selamanya tuh dia manfaatin kita. 
  2. Biar orang lain belajar bahwa dia pun punya tanggung jawab buat selesaikan pekerjaan.
  3. Biar gak kejebak sama hal-hal negatif di masa datang, misalnya narkoba, alkohol, pergaulan bebas, tawuran, dan sebagainya. Itu semua kebanyakan terjadi karena orang enggak mampu berkata tidak.

Caranya Gimana ?

  1. Katakan apa yang kamu lihat,
  2. Katakan apa yang kamu rasa,
  3. Katakan apa yang kamu ingin,
  4. Jadi diri sendiri

 

Buat orang Indonesia, mencoba asertif bukan hal mudah, maklum ada faktor budaya turun temurun di sana. Namun, itu bukan hal yang mustahil buat dilakukan. Kita berfikir dampak jangka panjangnya aja.

 

__kaskus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s