Bersyukur

Saya tergelitik setelah membaca salah satu berita di website VOA Indonesia dengan judul “Resep Bahagia? Banyak-banyaklah Bersyukur” yang di posting pada hari Kamis, 24 November 2011. Dalam berita tersebut dikatakan bahwa Hari itu, 24 November 2011 merupakan Thanksgiving day atau hari bersyukur yang diperingati di Amerika Serikat. Hari yang khusus diluangkan untuk bersantap dan bersyukur.

Salah satu warga yang telah diwawancarai oleh tim VOA, seorang perempuan bernama Charles mengungkapkan rasa syukurnya dengan cara religius, “Saya bersyukur akan kehidupan, kekuatan, berkat dari Tuhan, pekerjaan yang saya miliki. Saya bisa membiayai hidup dan semoga bisa membantu orang lain yang kurang beruntung. Bagi saya setiap hari adalah Hari Bersyukur.”

Hidup itu menyala, dimana hidup itu semestinya memberi manfaat bagi lingkungan dan orang lain. Semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan membuat semuanya semakin baik. Memberi dengan tulus adalah salah satu cara kita menunjukkan rasa syukur. Semakin banyak kita memberi, menunjukkan bahwa kita semakin bersyukur.

Alam semesta berjalan menurut sirkulasi memberi dan menerima. Dalam seluruh fenomena alam, berlaku hukum memberi dan menerima. Manusia menghirup oksigen, dan menghembuskan karbon-dioksida, sementara tanaman menggunakan karbon-dioksida dalam proses fotosintesis dan membebaskan oksigen.

Proses memberi dan menerima, membuat segala sesuatu di alam semesta ini berjalan, mengalir. Kekuatan memberi (dan menerima) ini demikian dahsyat, karena merupakan esensi dari alam semesta itu sendiri. Maka tidak berlebihan jika Deepak Chopra dalam bukunya yang berjudul 7 spiritual Law of Success mencantumkan “Law of Giving” sebagai hukum kedua untuk sukses.

Jika kita bersyukur, maka kenikmatan itu akan ditambah. Hal ini sama halnya dengan semakin banyak kita memberi, semakin banyak juga kita akan menerima. Alam semesta mengikuti hukum ini. Bahkan, yang mengalir kembali kepada kita, selalu jauh lebih besar dari yang mengalir keluar dari kita, karena semesta jauh lebih besar dari kita.

Namun, nampaknya perilaku bersyukur ini susah kita lakukan. Kebanyakan dari kita hanya akan bersyukur ketika ada sesuatu yang hilang lalu kemudian kembali lagi kepada kita. Bukankah setiap hembusan nafas kita ini wajib untuk disyukuri? Lalu kenapa kita sering melupakan untuk mensyukurinya? Ataukah harus menunggu sampai semuanya diambil kembali oleh sang pemilik kehidupan? Jangan tunggu penyesalan..

karena hidup bukan hanya pada tanggal 24, maka bersyukur juga seharusnya tidak hanya pada tanggal 24. bersyukurlah setiap hari, setiap waktu..

Yuk beri Senyum terbaik kamu hari ini, dan terus bersyukur untuk menikmati perjalanan hidup ini..🙂

9 thoughts on “Bersyukur

  1. Pingback: Bersyukur Resep Bahagia « Kontes Ngeblog VOA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s